Duka Ibu Pertiwi ku

Hujan deras membasahi bumi
Angin bertiup tiada henti
Pohon-pohon bergoyang ke kanan ke kiri
Suara petir menggelegar seolah tak peduli

Bencana alam silih berganti
Hanya sekejap mata habis tersapu bersih
Manusia hanya bisa meratap dan menangisi
Bertanya dalam hati salah siapakah semua ini?

Wahai Ibu Pertiwi,
Begitu murka kah melihat semua yang terjadi
Alam yang semula indah, permai dan asri
Kini semuanya rusak karena rasa tamak yang tak henti

Apakah ini hanya teguran
Atau kah sekedar cobaan
Terlalu banyak dosa dan kesalahan
Pantaskah semua ini dimaafkan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar