Rapuh...

Jam menunjukkan pukul tiga dini hari
suasana terasa hening dan sepi
aku berusaha untuk terpejam lelap dan bermimpi
bermimpi banyak hal yang bisa membahagiakan hati

Aku tidak ingat lagi kapan terakhir kali aku tertawa
aku tidak tahu lagi apa artinya bahagia
semua hal dalam hidupku kurasakan tak berharga
hatiku penuh dengan jerat putus asa

Aku begitu rapuh dan tidak berdaya
harapan yang kubangun semua hancur sia-sia
tak mampu lagi ku menahan semua
ingin rasanya kulampiaskan emosi yang membara

kenyataan hidup memang tak bisa kuhindari
apa yang dihadapi semuanya harus dilalui
walaupun kurasakan susah yang tak bertepi
namun kupercaya keadaan akan berganti

Perlahan-lahan kucoba berdiam diri
sesaat menghayati kembali kerapuhan yang kualami
kusadari tak bisa andalkan kekuatan sendiri
hanya kuasaMu yang dapat kuatkan ku kembali

Hari pertama Moni


Hari ini hari pertama Moni ke sekolah
hatinya sangat riang gembira
pukul lima dia sudah terjaga
Moni sudah tidak sabar dengan hari pertamanya
Cepat-cepat Moni beranjak dari tempat tidurnya
tak lupa ia berdoa pagi
seraya mengucap syukur atas berkat yang Tuhan telah beri
Dengan penuh suka cita Moni ke kamar mandi
sikat gigi dan mandi dengan bersih
setelah itu Moni memakai seragam baru pertamanya
pandangan Moni tak lepas dari kaca
Moni sudah tak sabar ingin cepat-cepat sampai di sekolah
sebelum berangkat tidak lupa Moni sarapan
tak lupa ibu berpesan
supaya Moni hati-hati di jalan

Deni, si Pencuri Hati


Dina sedang asik melamun sendiri
di kantin sekolah pukul sembilan pagi
makanannya belum disentuh sama sekali
tapi sepertinya Dina tak peduli
Tiba-tiba jantung Dina berdegup cepat
rasanya seperti mau melompat
Deni, cowo pujaan hati tiba-tiba lewat
Dina jadi bingung apa yang harus ia perbuat
Deni melempar senyum dan menyapanya
Dina hanya bisa menjawab dan terbata-bata
karena tak tahu harus bicara apa
Ahhh....! Dina hanya menyesali tingkahnya
tapi apa mau dikata
Deni sudah lepas dari pandangannya
dan pergi bersama teman-temannya

Secangkir teh manis buatan ibu


Hari ini aku begitu sibuk
waktuku banyak tersita untuk pekerjaan yang menumpuk
aku hanya lemas dan tertunduk
menghela napas dan diam duduk

sekelumit rumit menghantam pikiranku
penuh sesak dengan masalah ini itu
yang kuinginkan waktu cepatlah berlalu
supaya aku bisa menikmati secangkir teh manis buatan ibu

secangkir teh manis buatan ibu
menghilangkan dahaga dan menenangkan jiwaku
membuatku lupa akan persoalanku
teh manis buatan ibu kurindu selalu

Langit biru


Langit biru
ku tahu tak bisa gapai mu
karena memang ku tak mampu
tapi ku ingin kau hadir selalu
dalam setiap langkah hidupku

Langit biru
mengapa kau diam membisu
apakah kau sedih dan pilu
melihat kehidupan dunia yang palsu?

Langit biru
walaupun awan hitam tampak kelabu
walaupun dunia tak sama seperti dulu
tapi satu yang pasti, janji Tuhan selalu baru...





Upik si Kepik


Upik si kepik kecil
warna merah badannya mungil
paling nakal tingkahnya centil
diantara teman-temannya dia paling jahil

Siang itu cerah sekali
terik matahari menyengat bumi
Upik kecil terdiam dan sendiri
hatinya sedih tak ada yang temani

Hik..hik... sedih sekali hatiku
tak ada yang mau main lagi denganku
Upik kecil diam dan termangu
menyesali kenakalan masa lalu

Mulai hari ini Upik kecil mau berjanji
tidak akan usil dan nakal lagi
kalau banyak teman senanglah hati
kesepian sirna dan tidak sendiri

Untukmu Ayah...


Ayahku yang tercinta,
memang tak banyak dari mulutku terucap kata
ijinkanlah aku untuk mengungkapkan rasa
rasa kasih dan cintaku yang tak terhingga

Ayahku, aku teramat menyayangi ayah
walaupun banyak waktu yang tak bisa kita habiskan bersama
Aku tahu sebenarnya hatimu berduka
kau tutupi semuanya seolah biasa saja
tapi diam-diam batinmu menangis dan terluka

Siang malam ayah tak pernah berhenti memikirkan aku
ayah bekerja keras dan tidak mengenal waktu
walaupun hati ayah sedih dan pilu
tapi ayah tepiskan smuanya itu
berjuang habis-habisan demi masa depanku

Maafkan aku ya, yah
tak banyak yang bisa kulakukan untuk bantu ayah
hanya sepenggal doa yang jauh dari sempurna
supaya ayah tegar dan tidak mudah putus asa

Ayah, aku rindu padamu
aku ingin mendekap dan merangkulmu
andai saja situasi dan keadaan lebih berpihak padamu
tapi aku mau mengerti dan tidak salahkanmu

Ayah, mudah-mudahan Tuhan dengarkan doaku
supaya ayah cepat pulang dan kita kembali bersatu
ayah, pesanku padamu jaga badan dan sehat selalu
aku disini tak pernah jemu menantimu,........


Kupu-Kupu Kecil


Kupu-kupu kecil
dengan sayapnya yang mungil
terbang ke daerah terpencil
berjuang hidup di dunia yang labil


tubuhnya yang rapuh tertiup angin
tak pernah mengeluh walaupun dingin
terik matahari yang terasa membakar
tak dihiraukannya dan terus hajar

Kupu-kupu kecil penuh perjuangan
tubuh kecil bukanlah halangan
walau menghadapi banyak rintangan
demi setitik madu untuk kehidupan

Intan Selebriti


Intan bolak balik di depan kaca
senyum-senyum sendiri dengan wajah memerah
membayangkan diri berjalan di karpet merah
melambaikan tangan dengan senyum merekah

Para fans berdatangan
semua rebutan minta tanda tangan
sambil berteriak tak tertahankan
bangga benar jadi pujaan

Intannn....Intaannnn teriak mereka
para penggemar menghampirinya
Intan makin salah tingkah
hatinya senang karena dipuja-puja

INTAAANNNN...INNTAAANNN
"Kok suara penggemar menggelegar?"
Ibu berkacak pinggang pasang tampang gahar
mimpi Intan jadi selebritis pun jadi buyar......



Sekretaris Pak Budi


Melani, sekretaris Pak Budi
tingginya seratus tujuh puluh lima senti
kulit putih bodi seksi
sekali senyum rontoklah hati

Jam kantor pukul delapan pagi
Melani datang pakai rok mini
Semua pria tertegun mengamati
"wahhh.... bisa cuci mata hari ini!"

Pukul dua belas siang jam keluar makan
Melani jadi rebutan
dengan senyum tipis ditolaknya semua ajakan
hati Melani tak ada yang bisa luluhkan

Melani, sekretaris Pak Budi
bodi aduhai cantik sekali
paras wajah mirip Tamara Blezynski
ternyata Melani seorang banci

Sepatu Merah Jambu

Hari ini Dita bangun pagi-pagi
masih di tempat tidurnya dengan wajah berseri-seri
Oh.... tinggal dua hari lagi!!pekiknya dalam hati
Sebentar lagi hari ulang tahun yang sudah kunanti
Beranjak dari tempat tidurnya Dita bernyanyi-nyanyi
du..bi..dam.. bi..dam gembira ku hari ini.....

Ibu hanya tersenyum melihat Dita
dan Dita membalas senyum ibu dengan wajah polosnya
Katanya "Ibu, jangan lupa yaaaaaa...."
Ibu kembali tersenyum kepada Dita
"Iya, Ibu tidak akan lupa"
Hari ulang tahun Dita telah tiba
Dita sudah terbangun pagi-pagi buta
sambil membayangkan betapa senangnya
mendapatkan sepatu merah jambu sebagai hadiah

Mengendap-endap Dita masuk ke kamar Ibu
"Ibu...Ibu... dimana Ibu menaruh hadiahku?"
Ibu tersenyum dalam hati tapi pura-pura tidak tahu
"Ada apa, Dita?Apakah hati Dita risau dan galau?"

Dita menghela napas dengan langkah gontai ingin kembali ke kamarnya
"Ah...Ibu tidak ingat ulang tahunku" pikirnya
Tiba2 Ibu menyalakan lampu dan Dita melihat kotak hadiah dibungkus kertas jingga
Kata Ibu, "Ibu tidak akan lupa, selamat ulang tahun Dita, semoga kamu senang dengan hadiahnya"
Dita melompat kegirangan, "sepatu merah jambu!"
sambil memeluk Ibu, Dita berkata "Terima kasih Ibu, aku sayang padamu"

Paman Gembul

Paman gembul dengan wajah gembira
tampak asyik dengan makanan ringannya
mulutnya penuh mengunyah-ngunyah
sampai tak bisa berkata-kata

Pipi tembem seperti tomat
perutnya gendut dan bulat
dengan celana panjang dan baju coklat
dia berjalan dengan langkah berat

Paman gembul dengan wajah senang
menyapa orang-orang dengan muka riang
walaupun sedang susah dan tidak tenang
pikirnya yang penting perut kenyang

Cogan Pelit ....



Kau merasa dirimu tampan
bak pangeran yang rupawan
hidungmu mancung wajahmu menawan
banyak wanita ingin berkenalan

Ketika kau lemparkan senyummu
semua memandangmu dengan termangu-mangu
ketika kau tatap para wanita dengan wajah lugu
mereka hanya bisa tersipu-sipu
kau rebut hati mereka satu persatu
dan mereka berlomba-lomba ingin jadi pacarmu

Seorang wanita jatuh cinta padamu
wajah biasa anak juragan tahu
pikirmu biarlah kujalani dulu
setiap hari bisa gratis makan tahu

Suatu hari sang wanita merajuk-rajuk
dengan tipu daya kau pasang tampak kikuk
wajah memelas dengan muka ngantuk
pikirmu biarlah hatinya takluk

Akhirnya sang wanita mengajak pergi
pergi ke rumah makan nuansa bali
selesai makan sang pelayan menghampiri
mengantar tagihan dan kau pura-pura tak perduli

Sang wanita tak tahan lagi
berteriak-teriak dengan kesal hati
dengan wajah kesal pasang tampang tak peduli
ternyata kau cogan pelit tak tahu diri

Selamat malam bintang...


Selamat malam bintang,
kembali kau datang menghiasi langit gelap
di malam hari yang sunyi senyap
untuk temaniku dalam tidur lelap

Selamat malam bintang,
Inginku terbang dan menyapamu
bercerita kepada dirimu
dan menyampaikan segala isi hatiku kepadamu
segala kegembiraan dan kegundahan yang menjerat kalbu

Selamat malam bintang,
aku ingin kau temaniku selalu
supaya sinarmu memberikan kehangatan dalam hatiku
dan melupakan duka laraku hingga berlalu

Selamat malam bintang,
sebentar lagi hari harus berganti
tidak ada sesuatu yang abadi
tapi biarlah engkau tetap di hati

Selamat pagi mentari,
terbangunku dari mimpi
menatap langit dengan wajah berseri
kupercaya dalamMu sgala yang indah akan terjadi

Aku tak mengerti....


Ku tak mengerti jalan pikiranMu Tuhan,
tapi ku tahu Kau beri ku kekuatan
Ku tak mengerti jalan hidupku
tapi ku tahu Kau selalu menuntunku
ku tak tahu mengapa Kau berikan ku kesedihan
Namun kupercaya pasti ada kegembiraan
ku tak tahu mengapa banyak terjadi bencana dan kelaparan
Namun ku percaya Kau tak pernah tinggalkan
Ku tak tahu mengapa banyak sekali kesusahan
Namun ku percaya kau pasti ringankan beban

Sekalipun aku tertekan dan kecewa
Kau tetap rindu untuk mendekapku
Sekalipun aku benci dengan keadaan yang tak menentu
Dengan lembut dan sabar kau tunggu aku
Seringkali aku selalu menyakiti hatiMu
Tapi Kau selalu bilang "Aku tetap menyayangimu dan mencintaimu"

Kisah Satu Waktu


Kisah satu waktu yang tidak pernah sama
Merangkai perjalanan hidup anak manusia
Suka dan duka silih berganti
Memberi pelajaran yang sangat berarti


Kisah satu waktu apapun itu
Hanya akan menjadi kenangan masa lalu
Tak ada satupun yang dapat kembali
Semuanya akan tersimpan dalam lubuk hati

Kisah satu waktu harus berlalu
Hadapi hidup dengan semangat baru
Jangan goyah karena hal yang kelabu
Menuai hikmah dan harus terus maju

Ah... seandainya


Ah... seandainya aku diciptakan dengan tubuh proporsional, aku pasti lebih percaya diri.
Ah... seandainya aku tinggal di rumah seperti istana, aku akan hidup bak seorang puteri.
Ah... seandainya aku mempunyai mobil mewah, aku tidak perlu berdesakan di bus kota sambil berdiri.
Ah...seandainya aku hidup berkelimpahan, aku tidak perlu berpikir bisa makan apa hari ini.
Ah...seandainya aku mempunyai pekerjaan baik dengan gaji tinggi, aku tidak perlu khawatir soal materi.
Ah...seandainya aku dilahirkan dengan wajah cantik,orang-orang akan kagum padaku dengan kata -kata penuh memuji.

Ah...seandainya, Ah... seandainya
Bukankah semua ini adalah bagian dari kita?
Kita yang selalu terlena dengan hal-hal fana
Yang tak pernah berhenti mengejar walaupun harus menderita

Ah...seandainya kita semua menyadarinya
Sudikah kita meninggalkan semua?
Kebahagiaan sejati memang dari hati
Tapi banyak orang tak menganggapnya berarti