Tak Mau Lagi

Tak mau lagi ku lihat dirimu
Tak mau lagi ingat kenangan indah yang telah berlalu
Biarlah semuanya bergulir bersama Sang Waktu
Lenyap, sirna dan berlalu...

Tak ada lagi yang perlu dibicarakan
Bertemu denganmu saja aku enggan
Pupus sudah impian dan harapan
Percuma saja harus bertahan

Pergi saja kau dari hidupku
Bawa semua beban yang menggantung di pundakmu
Tak ada yang perlu disesali segala yang terjadi
Semuanya takkan pernah sama lagi

Hey Gadis

Hey Gadis,
Parasmu cantik lagi menawan
Rambutmu mengkilat indah bak sinar rembulan
Sekedar kuingin menyapa dan berkenalan
Kadang timbul perasaan malu dan segan

Hey Gadis,
Tiap sore kau lewati depan rumahku
Dengan sepeda mini merah jambu
Ketika ku bulatkan tekad 'tuk hampirimu
Seringkali ku rasa grogi bercampur ragu

Hey Gadis,
Semoga hari ini niatku kesampaian
Dan tidak lagi dirundung penasaran
Berkenalan denganmu hai wanita pujaan
Yang sudah lama kunantikan

Perselingkuhan.... Salah Siapa?

Aku salah kaprah
Ternyata perkiraanku meleset semua
Hasrat cinta telah membuatku buta
Sampai berpikir pun tak pakai logika

Hatimu bercabang mendua
Kau khianati diriku dengan dusta
Sikap ucapanmu penuh tipu daya
Demi perselingkuhan semata

Ketika perbuatan busukmu terbongkar sudah
Kau masih pura-pura tak berdosa
Mati-matian kau tak mengakuinya
Pada akhirnya semua tercium juga

Perselingkuhan....
Siapa yang harus disalahkan
Memang bukan jodoh suratan tangan
Atau takdir yang memang tak mengijinkan?

Sekotak Cokelat

Sekotak cokelat kau berikan
Di hari ulang tahunku sebagai kejutan
Senang hatiku tak dapat diungkapkan
Oh betapa bahagianya kurasakan

Kunikmati hadiah cokelat pemberianmu
Setiap gigitannya terbayang wajahmu
Rasa manisnya melekat dalam ingatan
Masa-masa bahagia yang sulit dilupakan

Diatas kotak cokelat ku temukan secarik kertas
Ku baca isi pesan dan hatiku mulai panas
Bak pengecut dasar setan alas
Kekasihku minta putus tanpa alasan jelas

Dengan kesal kubuang hadiahmu ke tempat sampah
Setiap kenangan bersamamu tak lagi kurasa berharga
Ternyata kau cuma cowo murahan
Seperti novel roman picisan

Duka Ibu Pertiwi ku

Hujan deras membasahi bumi
Angin bertiup tiada henti
Pohon-pohon bergoyang ke kanan ke kiri
Suara petir menggelegar seolah tak peduli

Bencana alam silih berganti
Hanya sekejap mata habis tersapu bersih
Manusia hanya bisa meratap dan menangisi
Bertanya dalam hati salah siapakah semua ini?

Wahai Ibu Pertiwi,
Begitu murka kah melihat semua yang terjadi
Alam yang semula indah, permai dan asri
Kini semuanya rusak karena rasa tamak yang tak henti

Apakah ini hanya teguran
Atau kah sekedar cobaan
Terlalu banyak dosa dan kesalahan
Pantaskah semua ini dimaafkan?

Si Penggembala

Sore menjelang malam hari
Angin bertiup perlahan menyejukkan hati
Langit biru tampak keemasan berhiaskan cahaya mentari
Tampak burung dan kumbang terbang kian kemari

Tiba waktunya si penggembala pulang
Menggiring domba-dombanya kembali ke kandang
Melepas lelah dibawah pohon besar yang rindang
Si penggembala bersenandung sambil berdendang

Sambil memandang indahnya cakrawala
Tak ingin beringsut untuk beberapa masa
Menikmati indahnya damai alam
Tapi waktu telah berganti malam

Si penggembala berjalan pulang
Susuri jalan lewati padang rumput membentang
Esok hari harus kembali bekerja
Untuk kehidupan demi keluarga tercinta

Robi Sang Jagoan Kandang

Robi namanya
Sekarang duduk di kelas lima
Badannya gemuk perutnya bundar
Pandai membual suka omong besar

Setiap jam istirahat diantara kerumunan
Berusaha untuk menjadi pusat perhatian
Bercerita yang hebat-hebat tentang dirinya
Teman-teman pun berdecak kagum dibuatnya

Suatu hari setelah jam sekolah usai
Diantara hingar bingar anak sekolah yang ramai
Robi pulang berjalan kaki dengan santai
Ternyata diam-diam ada yang mengintai

Grrrrr.... suaranya terdengar garang
Robi pun menengok kebelakang
Seekor anjing herder memandangnya dengan berang
Tanpa pikir panjang Robi pun langsung hengkang

Dengan wajah pucat pasi ketakutan
Badannya yang besar sudah tampak kelelahan
Akhirnya ditolonglah Robi oleh seorang teman
Yang ternyata murid kelas tiga anak perempuan

Teman-teman tersenyum dan berbisik perlahan
Ternyata cerita Robi hanya bualan
Usai sudah kisah hebat sang Pahlawan terpandang
Tahunya si Robi cuma jagoan kandang

Senandung Lagu Tidur untuk Anakku

Temaram sinar bulan terangi malam
penuh kedamaian dalam hening tentram
kerlap kerlip bintang hiasi angkasa
kilaunya terpancar dengan mempesona

sayup-sayup dari balik jendela tua
terdengar suara merdu nan indah
dari bibir seorang ibu muda
mendendangkan lagu tidur untuk bayinya

senandung lagu tidur untuk anakku
dari ibu yang teramat menyayangimu
temani dirimu bersama mimpi indahmu
tak lupa doaku senantiasa menyertaimu

Jeritan Hati si Pengais Sampah

Wajahnya terkulai lemah kelelahan
tampak nelangsa terlalu banyak tekanan
tak peduli bagaimana kejamnya perlakuan dunia
namun tak sedikitpun keluh kesah terlontar dari bibirnya

Mengais sampah dibawah teriknya panas matahari
keringatnya mengalir deras membasahi dahi
langkahnya berat dan tertatih-tatih
pikirannya jauh melayang demi sesuap nasi

Rona kebahagiaan jauh dari angannya
masa depan yang lebih baik seakan harapan yang sia-sia
derita dan duka tak pernah lepas mengikutinya
hanya kepada Sang Khalik tempatnya berpasrah

Jeritan hati si pengais sampah
bukan rumah gedongan pintanya
cukup makan saja pun tak mengapa
akankah terlalu sulit untuk mewujudkannya

Denting Piano Tua

Senandung piano tua terdengar lemah
denting-dentingnya sayu dan tak bergairah
nada kesepian bunyinya
terbawa semilir angin, terhempas ke segala arah

Tak lagi terpapar suaranya yang merdu dan indah
gamang dan tak menentu simfoninya
nada keraguan bunyinya
tersendat-sendat dalam pikiran yang mendua

Denting piano tua semakin tak terdengar
sayup-sayup melodinya semakin pudar
nada putus asa tanpa harapan
lenyap bersama angin dalam pekatnya kegelapan

Dimanakah Keadilan Itu?

Saat kekecewaan datang menghampiri
kesedihan menelisik masuk dalam relung hati
kegeraman batin menghentak dengan rasa perih
kemarahan yang menggebu menikam penuh benci

Mencari-cari keadilan ke sana ke sini
kemanakah Sang Hakim kebenaran itu pergi
akankah dia pergi tanpa kembali lagi
sudah bosankah dia pada hati yang tak dapat diprediksi?

Ketika keadilan itu memang tak pernah hadir
keraguan adanya Tuhan lah yang slalu terpikir
tapi pada saat kegembiraan yang terus mampir
akankah kebaikan Tuhan terucap di bibir?

Teruntuk sahabat,...

Sahabatku tercinta
memang aku bukanlah seorang pujangga
ijinkanku 'tuk mengucap kata
mengungkapkan rasa persahabatan dengan penuh cinta

Memang kita tak sering bersama
saling menanyakan kabar hampir tak pernah
tak ada maksud sombong dan buruk prasangka
padatnya aktivitas dan kesibukan yang pisahkan kita

Sahabatku tercinta
hari ini kurasa bahagia
bisa kembali bertemu dengan hati yang suka cita
di tempat awal pertemuan dan perkenalan kita

Sahabatku terkasih
entah kapan kita bisa bertemu lagi
dalam suatu moment yang penuh arti
dimana kebersamaan sebagai saudara terus menyelimuti

Sahabatku,
kubawa kau selalu dalam doaku
agar rahmat Tuhan menyertaimu
senantiasa sehat dan bahagia selalu

Sahabatku
walaupun keadaan tak sama lagi seperti dulu
kuberharap ku selalu dalam ingatanmu
inilah sepenggal kata dariku
dari hatiku yang terdalam sebagai kenangan untukmu

dedicated to : Felix WP and Martha (to know, to love and to serve you,....choice 172)

Mimpi

Mimpi, kau semu, tak kelihatan
memang kau bukan sebuah benda
walaupun semua tak nampak nyata
namun kehadirannya kadang membuat bahagia

Mimpi, kau hanya bayang-bayang
yang tak bisa diraih ataupun dipegang
hadirmu hanya sebagai hiasan
tuk temani tidur lelap dengan nyaman

Sekejap Angan

Di suatu hari yang cerah nan menawan
langit tampak indah dipenuhi awan-awan
dimulailah suatu perkenalan
dimana hal itu merangkai banyak kejadian

Perkenalan itu berlanjut menjadi persahabatan
erat dan kental tak terpisahkan
siang malam komunikasi terus berjalan
lama kelamaan muncullah suatu perasaan

Perasaan itu terus mengalir
tumbuh begitu saja tanpa terpikir
apakah semua ini memang takdir?
atau sekejap angan yang harus berakhir

Andai saja waktu bisa berputar kembali
kembali pada saat pertemuan itu terjadi
mengekang semua rasa yang saat itu dialami
supaya kesedihan tak menyelimuti di kemudian hari

Cinta Imitasi

Dengan mudah kau lontarkan rayuan
sarat dengan kata manis dan pujian
semuanya tanpa makna dan tipuan
layaknya sebuah roman picisan

Mendengarnya membuat perasaan berbunga-bunga
hidup jadi lebih hidup dari biasanya
kata-kata manis memang mudah diucapkan
apapun yang dikatakan tidak sesuai kenyataan

Kerap kali kau bilang sayang
hati ini kembali mabuk kepayang
kau terus penuhi mulutmu dengan janji palsu
tanpa perbuatan nyata, hati sudah bosan dan lagi jemu

Cintamu memang cinta imitasi
cinta tak ada harganya dan cepat pergi
mengandalkan kenikmatan yang hanya sesaat
kebahagiaan sejati takkan pernah kau dapat

Bobby lagi Fall in Love

Bobby sedang jatuh cinta
pada seorang gadis adik kelasnya
mukanya berseri-seri dan bercahaya
rasa itu begitu menggila

Akhirnya bulat tekadnya
untuk menyatakan maksud dan isi hatinya
kepada gadis yang lama di damba
yang selama ini penuh mengisi pikirannya

Waktu dan hari telah ditentukan
Bobby mengajaknya berkencan
hatinya dag dig dug tak karuan
tangannya gemetar keringat dingin bermunculan

Semua kata-kata indah telah dipersiapkan
supaya tak mati gaya waktu menyatakan
tiba waktunya untuk mengungkapkan
Bobby jadi lupa apa yang ingin diucapkan

Karena tak tahu harus berbuat apa
lagipula persiapan telah berantakan semuanya
akhirnya Bobby spontanitas seadanya
daripada diam membisu tanpa kata-kata

Dengan percaya diri dia berkata
"Akan ku ambilkan bulan untukmu
dan petik bulan di langit yang biru
bila kamu mau jadi pacarku"

Tiba-tiba si gadis jadi serba salah
dia jadi bingung harus berbuat apa
akhirnya sedikit basa basi dan senyum terpaksa
cepat-cepat kabur dengan wajah memerah

Bobby hanya diam terpaku
sekujur tubuhnya menjadi kaku
menghela napas tertunduk lesu
kejadian pahit serasa mengiris kalbu

Aku Benci Rasa Ini

Mungkin kau tak cukup mengerti
bahkan tidak pernah mengerti
apa yang kurasakan dalam hati
yang buatku marah setengah mati

Setiap tetes mata kesedihan
sebongkah kemarahan
rasa ini begitu buatku terbeban
rasa kecewa terus tertahan

Menangis tak buatku lega
mengutuk dan memaki tambah buatku berdosa
dendam dan kepahitan hanya buatku menderita
tapi rasa ini terus menggelora di dalam dada

Aku begitu benci rasa ini
rasa marah yang buatku dengki
inginku pergi dan hengkang dari dunia ini
dunia orang yang munafik penuh basa basi

Mungkin aku yang tidak mengerti
dan bahkan salah menanggapi
apakah kenyataan memang seperti ini?
dimana orang hanya pikirkan diri sendiri

Terlalu Banyak...

Terlalu banyak kata tanpa makna
yang mengalir dan terucap begitu saja
terlewat seperti angin yang berlalu
terlupakan seperti debu

Terlalu banyak yang dipikirkan
takkan pernah mengubah keadaan
hanya menambah masalah dan beban
dan menjadi sia-sia di kemudian

Terlalu banyak bersedih
meratapi nasib dengan pedih
akankah keadaan menjadi pulih?
yang didapat hanya hati yang letih

Terlalu banyak pilu dan ratapan
akankah semuanya harus penuh dengan keluhan
begitu banyak anugerah yang dirasakan
rasa syukur terlupa untuk diucapkan

Cerita Kehidupan

Dalam setiap cerita kehidupan
banyak tersimpan kejadian
ada tawa riang kegembiraan
rasa suka cita yang menentramkan
semuanya menyelipkan rasa yang berkesan

Cerita kesedihan tak pernah terelakkan
hadir dalam situasi yang tak terpikirkan
ketika ia datang secara mengejutkan
hati dan pikiran penuh kegelisahan

Cerita kehidupan menyimpan sejuta makna
entah apa arti dibalik semuanya
saat berusaha untuk memahaminya
akal sehat bergejolak dan sulit menerimanya

Cerita kehidupan layaknya panggung sandiwara
dimana semua orang menjadi tokoh utamanya
berusaha mainkan peran dengan sempurna
agar semua berakhir dengan kisah indah

Cerita kehidupan yang penuh dengan misteri
hanya Tuhan yang mampu pahami
setiap rencanaNya pasti mempunyai misi
agar setiap manusia hidup penuh arti

Juleha, Si Pembual

Juleha tetangga sebelah
anak bungsu kesayangan Pak Lurah
rumahnya gedongan dan lagi mewah
pagarnya tinggi warnanya merah

Juleha, banyak tingkah suka membual
apa yang dikatakannya tak pernah masuk akal
banyak orang dibuatnya kesal
karena ulahnya ia jadi terkenal

Juleha, mau sampai kapan kau begitu?
orang-orang jadi segan dan jauhimu
perbaiki sikap dan mengubah perilaku
kelak semua 'tuk kebaikanmu

Peri Kecil

Hai peri kecil
kemana kau pergi
aku sedang melamun sendiri
tak ada yang temaniku malam ini

Malam begitu sunyi
tak ada terang yang menerangi
bulan malu-malu bersembunyi
mungkinkah dia sedang bersedih?

Peri kecil yang baik hati
datanglah padaku saat ini
bawalah ku ke negeri mimpi
ku tak sabar ingin cepat pergi

Wahai peri kecil yang manis
cepat datanglah kemari
hiasi mimpi indahku malam ini
terbang bersamamu dengan wajah berseri

Anugrah Terindah

Udara pagi sejuk kurasa
sang mentari mulai memancarkan sinarnya
memberi kesegaran untuk jiwa
menyambut awal hari dengan suka cita

Hari baru selalu penuh arti
setiap hari punya kisahnya sendiri
seperti siang malam silih berganti
suka duka pun datang dan pergi

Setiap hembus nafas sangatlah berharga
itu sebuah berkat yang tak terkira
manusia baru peduli dengan maknanya
ketika semuanya terlambat sudah

Uang dan harta memang nikmat adanya
tapi tidaklah memberi jaminan untuk semua
jika bencana datang menimpa
itu semua hanya sia-sia

Hari Sedih Nico

Hari ini Nico sedang kesal
mukanya cemberut pasang tampang sebal
teman-teman sekelas bingung dibuatnya
tak tahu apa yang terjadi dengannya

Teman-teman coba menghampirinya
ingin menanyakan ada apa sebenarnya
tapi Nico diam seribu bahasa
dia sedang marah dan tak ingin bercerita

Pukul sembilan pagi bel istirahat berbunyi
semua anak keluar kelas dan gembira sekali
hanya Nico yang diam sendiri
pelan-pelan Ibu guru datang mendekati

Tiba-tiba Nico menitikkan air matanya
Ibu guru menjadi bingung karenanya
akhirnya dengan terisak-isak Nico bercerita
kalau tadi pagi dia dimarahi ayah

Kemarin Nico mengambil uang ayah
untuk jajan kue cokelat kesukaannya
tapi Nico tidak minta ijin sebelumnya
maka ayah jadi kesal dan marah padanya

Ibu guru tersenyum dengan lembut
dengan tutur kata halus terucap nasihat
supaya Nico sadar apa yang ia perbuat
dan kembali menjadi anak yang patuh dan taat

Dunia Khayalan

Indahnya dunia khayalan
hidup dengan penuh kebebasan
nikmati waktu dengan berbagai impian
diliputi rasa gembira tanpa tertekan

Dunia khayalan selalu penuh warna
tanpa rasa sedih dan kecewa
semua yang ada hanya canda tawa
itulah yang didamba semua manusia

Sungguh menyenangkan dunia khayalan
tak pernah bosan dan tak ingin tinggalkan
namun yang ada hanyalah dunia kenyataan
dimana semua takdir tak dapat dilawan

Kasih Ibu

Ada kebahagiaan tersemat dalam hati
sukacita dan kedamaian datang menyelimuti
Begitu tiba-tiba datang menghampiri
Rasa ini begitu memberi arti

Kembali pada ingatan masa lalu
Ibu rawat diriku dengan tak jemu
tak pernah mengeluh keluar dari mulutmu
walaupun lelah dan bosan kerap kali menghampirimu

Ketika aku sakit dia rawatku dengan penuh kasih
ketika aku berduka dia coba hiburku supaya tak bersedih
ketika aku beranjak dewasa dia beriku nasihat
kelak menjadi bekal berguna yang tak sekedar lewat

Hari demi hari, waktu demi waktu pun berlalu
rasa ini begitu lembut menyentuh kalbu
tak pernah lekang dimakan sang waktu
kasih ibu selamanya di hatiku

Waktu Jatuh Cinta

Saat dua hati bertaut
senyum bahagia tak pernah luput
ada kehangatan menyapa lembut
berharap rasa itu tak pernah surut

Semua indah tanpa cela
janji-janji manis begitu menggoda
seolah dunia hanya milik berdua
jatuh cinta berjuta rasanya

Ketika masalah mulai berdatangan
hal-hal sepele begitu mengesalkan
janji manis tinggallah ucapan
akankah cinta itu tetap bertahan?

Cinta bukan sekedar rasa
dia tak goyah karena masalah
tetap bertahan dalam kesabaran
takkan sirna karena cobaan

Cinta bukan sekedar kebahagiaan
karena dia sebuah pilihan
tak selalu dipenuhi kegembiraan
tapi memberi kehidupan yang penuh harapan

Murka Alam

Langit kelihatan mendung
awan hitam tampak menggulung
angin berhembus cukup kencang
apakah pertanda alam sedang berang?

Hujan deras mengguyur bumi
kilat menyambar dengan tak henti
suaranya sangat menggelegar
membuat hati jadi gemetar

pohon-pohon mulai tumbang
banjir besar datang menghadang
perasaan takut datang menghampiri
melihat kekacauan yang sedang terjadi

inikah peringatan untuk manusia?
menghancurkan alam dengan serakah
tidak peduli dengan semua
yang dilakukan demi kepuasan belaka

Damai hati

Ku menghela napasku dalam-dalam
kubiarkan mataku sesaat terpejam
ingin lewati senja yang telah berganti malam
melepas smua lelah pikiran yang menghantam

Angin sepoi-sepoi bertiup lewat jendela
kesejukan kurasa merasuk sukma
ada damai hati gemuruh menggelora
kuberharap rasa ini tak pernah tiada

Damai hati kurindu hadirmu selalu
ku tak ingin kau pergi tinggalkanku
temani hatiku mengusir sendu
jalani hidup melewati sang waktu

Clarissa, Koki Dadakan

Clarissa sedang menikmati waktu santainya
duduk di ruang keluarga sambil minum es kelapa
waktu itu sore hari pukul dua
matahari masih memancarkan sinar dengan teriknya

Clarissa jadi bosan duduk sendirian
Ia mencoba-coba cari kesibukan
sedang berjalan ke ruang makan
buku resep ibu ia temukan

Tiba-tiba muncullah sebuah gagasan
memasak ayam goreng ala restoran
cepat-cepat ia siapkan bahan
berharap idenya bakal jadi kejutan

Clarissa masak dengan cekatan
berharap sebelum senja bisa dihidangkan
menyambut ayah ibu pulang dengan masakan
hasil jerih payahnya yang penuh kehangatan

Sebuah Cerita untuk Temanku


Teringatku pada teman baikku
teman bermain waktu kecil dulu
badannya kurus tinggi wajahnya lugu
sangat periang dan senang bercerita lucu

Tak terasa waktu pun berlalu
teman baikku harus pergi jauh
kami tak pernah lagi bertemu
kabar masing-masing tak pernah saling tahu

Semakin lama kami beranjak dewasa
umur kami pun tak lagi muda
suatu hari kejadian datang tak terduga
kami dipertemukan kembali di dunia maya

Begitu banyak cerita yang kami sampaikan
cerita tentang keisengan dan kenakalan
walaupun banyak hal yang mungkin kami lupakan
tapi kami selalu ingat pentingnya rasa persahabatan

ps:Thanks to ShanTet,.. miss u pal! ^^

Rapuh...

Jam menunjukkan pukul tiga dini hari
suasana terasa hening dan sepi
aku berusaha untuk terpejam lelap dan bermimpi
bermimpi banyak hal yang bisa membahagiakan hati

Aku tidak ingat lagi kapan terakhir kali aku tertawa
aku tidak tahu lagi apa artinya bahagia
semua hal dalam hidupku kurasakan tak berharga
hatiku penuh dengan jerat putus asa

Aku begitu rapuh dan tidak berdaya
harapan yang kubangun semua hancur sia-sia
tak mampu lagi ku menahan semua
ingin rasanya kulampiaskan emosi yang membara

kenyataan hidup memang tak bisa kuhindari
apa yang dihadapi semuanya harus dilalui
walaupun kurasakan susah yang tak bertepi
namun kupercaya keadaan akan berganti

Perlahan-lahan kucoba berdiam diri
sesaat menghayati kembali kerapuhan yang kualami
kusadari tak bisa andalkan kekuatan sendiri
hanya kuasaMu yang dapat kuatkan ku kembali

Hari pertama Moni


Hari ini hari pertama Moni ke sekolah
hatinya sangat riang gembira
pukul lima dia sudah terjaga
Moni sudah tidak sabar dengan hari pertamanya
Cepat-cepat Moni beranjak dari tempat tidurnya
tak lupa ia berdoa pagi
seraya mengucap syukur atas berkat yang Tuhan telah beri
Dengan penuh suka cita Moni ke kamar mandi
sikat gigi dan mandi dengan bersih
setelah itu Moni memakai seragam baru pertamanya
pandangan Moni tak lepas dari kaca
Moni sudah tak sabar ingin cepat-cepat sampai di sekolah
sebelum berangkat tidak lupa Moni sarapan
tak lupa ibu berpesan
supaya Moni hati-hati di jalan

Deni, si Pencuri Hati


Dina sedang asik melamun sendiri
di kantin sekolah pukul sembilan pagi
makanannya belum disentuh sama sekali
tapi sepertinya Dina tak peduli
Tiba-tiba jantung Dina berdegup cepat
rasanya seperti mau melompat
Deni, cowo pujaan hati tiba-tiba lewat
Dina jadi bingung apa yang harus ia perbuat
Deni melempar senyum dan menyapanya
Dina hanya bisa menjawab dan terbata-bata
karena tak tahu harus bicara apa
Ahhh....! Dina hanya menyesali tingkahnya
tapi apa mau dikata
Deni sudah lepas dari pandangannya
dan pergi bersama teman-temannya

Secangkir teh manis buatan ibu


Hari ini aku begitu sibuk
waktuku banyak tersita untuk pekerjaan yang menumpuk
aku hanya lemas dan tertunduk
menghela napas dan diam duduk

sekelumit rumit menghantam pikiranku
penuh sesak dengan masalah ini itu
yang kuinginkan waktu cepatlah berlalu
supaya aku bisa menikmati secangkir teh manis buatan ibu

secangkir teh manis buatan ibu
menghilangkan dahaga dan menenangkan jiwaku
membuatku lupa akan persoalanku
teh manis buatan ibu kurindu selalu

Langit biru


Langit biru
ku tahu tak bisa gapai mu
karena memang ku tak mampu
tapi ku ingin kau hadir selalu
dalam setiap langkah hidupku

Langit biru
mengapa kau diam membisu
apakah kau sedih dan pilu
melihat kehidupan dunia yang palsu?

Langit biru
walaupun awan hitam tampak kelabu
walaupun dunia tak sama seperti dulu
tapi satu yang pasti, janji Tuhan selalu baru...





Upik si Kepik


Upik si kepik kecil
warna merah badannya mungil
paling nakal tingkahnya centil
diantara teman-temannya dia paling jahil

Siang itu cerah sekali
terik matahari menyengat bumi
Upik kecil terdiam dan sendiri
hatinya sedih tak ada yang temani

Hik..hik... sedih sekali hatiku
tak ada yang mau main lagi denganku
Upik kecil diam dan termangu
menyesali kenakalan masa lalu

Mulai hari ini Upik kecil mau berjanji
tidak akan usil dan nakal lagi
kalau banyak teman senanglah hati
kesepian sirna dan tidak sendiri

Untukmu Ayah...


Ayahku yang tercinta,
memang tak banyak dari mulutku terucap kata
ijinkanlah aku untuk mengungkapkan rasa
rasa kasih dan cintaku yang tak terhingga

Ayahku, aku teramat menyayangi ayah
walaupun banyak waktu yang tak bisa kita habiskan bersama
Aku tahu sebenarnya hatimu berduka
kau tutupi semuanya seolah biasa saja
tapi diam-diam batinmu menangis dan terluka

Siang malam ayah tak pernah berhenti memikirkan aku
ayah bekerja keras dan tidak mengenal waktu
walaupun hati ayah sedih dan pilu
tapi ayah tepiskan smuanya itu
berjuang habis-habisan demi masa depanku

Maafkan aku ya, yah
tak banyak yang bisa kulakukan untuk bantu ayah
hanya sepenggal doa yang jauh dari sempurna
supaya ayah tegar dan tidak mudah putus asa

Ayah, aku rindu padamu
aku ingin mendekap dan merangkulmu
andai saja situasi dan keadaan lebih berpihak padamu
tapi aku mau mengerti dan tidak salahkanmu

Ayah, mudah-mudahan Tuhan dengarkan doaku
supaya ayah cepat pulang dan kita kembali bersatu
ayah, pesanku padamu jaga badan dan sehat selalu
aku disini tak pernah jemu menantimu,........


Kupu-Kupu Kecil


Kupu-kupu kecil
dengan sayapnya yang mungil
terbang ke daerah terpencil
berjuang hidup di dunia yang labil


tubuhnya yang rapuh tertiup angin
tak pernah mengeluh walaupun dingin
terik matahari yang terasa membakar
tak dihiraukannya dan terus hajar

Kupu-kupu kecil penuh perjuangan
tubuh kecil bukanlah halangan
walau menghadapi banyak rintangan
demi setitik madu untuk kehidupan

Intan Selebriti


Intan bolak balik di depan kaca
senyum-senyum sendiri dengan wajah memerah
membayangkan diri berjalan di karpet merah
melambaikan tangan dengan senyum merekah

Para fans berdatangan
semua rebutan minta tanda tangan
sambil berteriak tak tertahankan
bangga benar jadi pujaan

Intannn....Intaannnn teriak mereka
para penggemar menghampirinya
Intan makin salah tingkah
hatinya senang karena dipuja-puja

INTAAANNNN...INNTAAANNN
"Kok suara penggemar menggelegar?"
Ibu berkacak pinggang pasang tampang gahar
mimpi Intan jadi selebritis pun jadi buyar......



Sekretaris Pak Budi


Melani, sekretaris Pak Budi
tingginya seratus tujuh puluh lima senti
kulit putih bodi seksi
sekali senyum rontoklah hati

Jam kantor pukul delapan pagi
Melani datang pakai rok mini
Semua pria tertegun mengamati
"wahhh.... bisa cuci mata hari ini!"

Pukul dua belas siang jam keluar makan
Melani jadi rebutan
dengan senyum tipis ditolaknya semua ajakan
hati Melani tak ada yang bisa luluhkan

Melani, sekretaris Pak Budi
bodi aduhai cantik sekali
paras wajah mirip Tamara Blezynski
ternyata Melani seorang banci

Sepatu Merah Jambu

Hari ini Dita bangun pagi-pagi
masih di tempat tidurnya dengan wajah berseri-seri
Oh.... tinggal dua hari lagi!!pekiknya dalam hati
Sebentar lagi hari ulang tahun yang sudah kunanti
Beranjak dari tempat tidurnya Dita bernyanyi-nyanyi
du..bi..dam.. bi..dam gembira ku hari ini.....

Ibu hanya tersenyum melihat Dita
dan Dita membalas senyum ibu dengan wajah polosnya
Katanya "Ibu, jangan lupa yaaaaaa...."
Ibu kembali tersenyum kepada Dita
"Iya, Ibu tidak akan lupa"
Hari ulang tahun Dita telah tiba
Dita sudah terbangun pagi-pagi buta
sambil membayangkan betapa senangnya
mendapatkan sepatu merah jambu sebagai hadiah

Mengendap-endap Dita masuk ke kamar Ibu
"Ibu...Ibu... dimana Ibu menaruh hadiahku?"
Ibu tersenyum dalam hati tapi pura-pura tidak tahu
"Ada apa, Dita?Apakah hati Dita risau dan galau?"

Dita menghela napas dengan langkah gontai ingin kembali ke kamarnya
"Ah...Ibu tidak ingat ulang tahunku" pikirnya
Tiba2 Ibu menyalakan lampu dan Dita melihat kotak hadiah dibungkus kertas jingga
Kata Ibu, "Ibu tidak akan lupa, selamat ulang tahun Dita, semoga kamu senang dengan hadiahnya"
Dita melompat kegirangan, "sepatu merah jambu!"
sambil memeluk Ibu, Dita berkata "Terima kasih Ibu, aku sayang padamu"

Paman Gembul

Paman gembul dengan wajah gembira
tampak asyik dengan makanan ringannya
mulutnya penuh mengunyah-ngunyah
sampai tak bisa berkata-kata

Pipi tembem seperti tomat
perutnya gendut dan bulat
dengan celana panjang dan baju coklat
dia berjalan dengan langkah berat

Paman gembul dengan wajah senang
menyapa orang-orang dengan muka riang
walaupun sedang susah dan tidak tenang
pikirnya yang penting perut kenyang

Cogan Pelit ....



Kau merasa dirimu tampan
bak pangeran yang rupawan
hidungmu mancung wajahmu menawan
banyak wanita ingin berkenalan

Ketika kau lemparkan senyummu
semua memandangmu dengan termangu-mangu
ketika kau tatap para wanita dengan wajah lugu
mereka hanya bisa tersipu-sipu
kau rebut hati mereka satu persatu
dan mereka berlomba-lomba ingin jadi pacarmu

Seorang wanita jatuh cinta padamu
wajah biasa anak juragan tahu
pikirmu biarlah kujalani dulu
setiap hari bisa gratis makan tahu

Suatu hari sang wanita merajuk-rajuk
dengan tipu daya kau pasang tampak kikuk
wajah memelas dengan muka ngantuk
pikirmu biarlah hatinya takluk

Akhirnya sang wanita mengajak pergi
pergi ke rumah makan nuansa bali
selesai makan sang pelayan menghampiri
mengantar tagihan dan kau pura-pura tak perduli

Sang wanita tak tahan lagi
berteriak-teriak dengan kesal hati
dengan wajah kesal pasang tampang tak peduli
ternyata kau cogan pelit tak tahu diri

Selamat malam bintang...


Selamat malam bintang,
kembali kau datang menghiasi langit gelap
di malam hari yang sunyi senyap
untuk temaniku dalam tidur lelap

Selamat malam bintang,
Inginku terbang dan menyapamu
bercerita kepada dirimu
dan menyampaikan segala isi hatiku kepadamu
segala kegembiraan dan kegundahan yang menjerat kalbu

Selamat malam bintang,
aku ingin kau temaniku selalu
supaya sinarmu memberikan kehangatan dalam hatiku
dan melupakan duka laraku hingga berlalu

Selamat malam bintang,
sebentar lagi hari harus berganti
tidak ada sesuatu yang abadi
tapi biarlah engkau tetap di hati

Selamat pagi mentari,
terbangunku dari mimpi
menatap langit dengan wajah berseri
kupercaya dalamMu sgala yang indah akan terjadi

Aku tak mengerti....


Ku tak mengerti jalan pikiranMu Tuhan,
tapi ku tahu Kau beri ku kekuatan
Ku tak mengerti jalan hidupku
tapi ku tahu Kau selalu menuntunku
ku tak tahu mengapa Kau berikan ku kesedihan
Namun kupercaya pasti ada kegembiraan
ku tak tahu mengapa banyak terjadi bencana dan kelaparan
Namun ku percaya Kau tak pernah tinggalkan
Ku tak tahu mengapa banyak sekali kesusahan
Namun ku percaya kau pasti ringankan beban

Sekalipun aku tertekan dan kecewa
Kau tetap rindu untuk mendekapku
Sekalipun aku benci dengan keadaan yang tak menentu
Dengan lembut dan sabar kau tunggu aku
Seringkali aku selalu menyakiti hatiMu
Tapi Kau selalu bilang "Aku tetap menyayangimu dan mencintaimu"

Kisah Satu Waktu


Kisah satu waktu yang tidak pernah sama
Merangkai perjalanan hidup anak manusia
Suka dan duka silih berganti
Memberi pelajaran yang sangat berarti


Kisah satu waktu apapun itu
Hanya akan menjadi kenangan masa lalu
Tak ada satupun yang dapat kembali
Semuanya akan tersimpan dalam lubuk hati

Kisah satu waktu harus berlalu
Hadapi hidup dengan semangat baru
Jangan goyah karena hal yang kelabu
Menuai hikmah dan harus terus maju

Ah... seandainya


Ah... seandainya aku diciptakan dengan tubuh proporsional, aku pasti lebih percaya diri.
Ah... seandainya aku tinggal di rumah seperti istana, aku akan hidup bak seorang puteri.
Ah... seandainya aku mempunyai mobil mewah, aku tidak perlu berdesakan di bus kota sambil berdiri.
Ah...seandainya aku hidup berkelimpahan, aku tidak perlu berpikir bisa makan apa hari ini.
Ah...seandainya aku mempunyai pekerjaan baik dengan gaji tinggi, aku tidak perlu khawatir soal materi.
Ah...seandainya aku dilahirkan dengan wajah cantik,orang-orang akan kagum padaku dengan kata -kata penuh memuji.

Ah...seandainya, Ah... seandainya
Bukankah semua ini adalah bagian dari kita?
Kita yang selalu terlena dengan hal-hal fana
Yang tak pernah berhenti mengejar walaupun harus menderita

Ah...seandainya kita semua menyadarinya
Sudikah kita meninggalkan semua?
Kebahagiaan sejati memang dari hati
Tapi banyak orang tak menganggapnya berarti